KBCNews || Pandeglang – Sppg yayasan penggerak pembangunan indonesia berlokasi di kp kadu tanggay kecamatan Menes baru baru ini menjadi sorotan publik pasalnya, pada saat awak media melakukan tugas sosial kontrol diduga tak mendapat izin dari oknum pengelola dapur setempat. (Jumat 17/04/2026).
Tentu saja hal ini menimbulkan kecurigaan tentang bagaimana pengelolaan dapur pelaksana program pemerintah tersebut. Yang padahal, setiap pengguna anggaran negara harus siap diawasi oleh berbagai pihak
Di lokasi kejadian, salah satu rekan tim awak media propamNewsTV sempat mempertanyakan kepada pihak pengelola terkait larangan melakukan kegiatan advokasi, bahkan oknum pihak pengelola dapur tersebut menyarankan agar awak media melakukan izin kepada pihak koramil menes.
Bahkan pada saat kejadian, baik KSPPG ataupun ASLAP tidak ada di lokasi dapur yang seharusnya dalam jam operasional
“Udah ada ijin belum? Nggak bisa pak harus ijin dulu ke koramil menes” ungkap salah seorang relawan yang tidak diketahui namanya dan diduga tidak mengenakan seragam sppg
dilain pihak enji selaku aktivis Menes menyayangkan tindakan tersebut, menurutnya setiap pengelolaan anggaran negara harus siap diawasi dan dikritik.
Tak sampai di situ, berdasarkan hasil investigasi di lokasi tersebut tim menemukan kendaraan pendistribusian dapur mbg tersebut tanpa diketahui tanpa Stiker BGN seperti kendaraan operasional pada umumnya.
“kami menduga oknum sppg tersebut keliru dalam menafsirkan SOP pembatasan berkunjung dari Badan Gizi Nasional, rekan media tentunya sudah dibekali dengan surat tugas serta izin yang jelas untuk menjalankan tugasnya di lapangan serta dilindungi oleh undang undang pers” tegas enji
Masih kata enji, pihaknya mendesak kepada badan gizi nasional agar sppg tersebut dilakukan pembinaan dan pemutusan kontrak, bahkan pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan aksi solidaritas di kantor kecamatan menes selaku satgas MBG setempat dalam mendukung tupoksi jurnalis
“Yayasan tersebut harus dilakukan sidak oleh BGN serta kami mendesak agar BGN melakukan evaluasi terhadap dapur Mbg tersebut, kami juga akan melakukan aksi solidaritas mengecam prilaku sppg yang dinilai mencederai kaidah jurnalistik”
(Apolo*
