Jakarta – Pemerintah memastikan anggaran pendidikan pada tahun 2026 mengalami kenaikan dan tidak akan dipangkas untuk mendukung pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Kementerian terkait menegaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan tetap mengacu pada amanat konstitusi, yakni minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan demikian, peningkatan anggaran pada 2026 disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Anggaran pendidikan tidak dikurangi untuk kepentingan program lain. Justru tahun 2026 mengalami peningkatan untuk mendukung pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan,” ujar perwakilan pemerintah dalam keterangannya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik. Namun pemerintah menegaskan bahwa pendanaan program tersebut tidak mengorbankan pos anggaran pendidikan yang telah ditetapkan.
Anggaran pendidikan pada 2026 akan difokuskan pada sejumlah prioritas, antara lain peningkatan kesejahteraan guru, pembangunan dan rehabilitasi sarana-prasarana sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan pendidikan vokasi.
Pemerintah juga memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran, sekaligus memastikan setiap program berjalan sesuai perencanaan.
Dengan kenaikan anggaran tersebut, diharapkan kualitas layanan pendidikan semakin merata dan mampu menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia ke depan.
