PESAWARAN – Jalan penghubung utama di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran, mengalami kerusakan parah di sepanjang kurang lebih 13 kilometer
Kondisi jalan yang berlubang-lubang, bergelombang, dan sebagian permukaannya rusak total ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan keperluan sehari-hari, Jum’at (24/4/2026)
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terparah terjadi di ruas jalan dari pintu masuk desa Padang hingga ke ujung desa.
Banyak lubang yang memiliki kedalaman hingga 30 sentimeter dan lebar lebih dari satu meter, bahkan di beberapa titik permukaan aspal sudah hilang dan menyisakan tanah serta bebatuan.
Saat musim hujan, lubang-lubang tersebut terisi air sehingga tidak terlihat jelas dan berisiko menyebabkan kecelakaan.
” Jalan ini di renovasi pada tahun 2009 sampai saat ini tidak pernah diperbaiki secara menyeluruh. Setiap hari kami lewat, baik naik sepeda motor, mobil, maupun truk pengangkut hasil panen, pasti harus hati-hati sekali. Banyak kendaraan yang rusak, ban bocor, bahkan ada yang terbalik karena terperosok lubang,” kata Andri Jufono selaku sekdes Desa Bayas Jaya.
Warga mengeluhkan bahwa kondisi jalan ini berdampak langsung pada perekonomian mereka. Biaya transportasi menjadi lebih mahal karena pengusaha angkutan membebankan biaya tambahan akibat risiko kerusakan kendaraan, Selain itu harga hasil pertanian juga turun karena sulitnya akses ke pasar induk.
” Kami mau jual hasil pertanian saja susah. Truk enggan masuk karena takut mogok atau rusak parah. Akhirnya kami harus mengangkut dengan sepeda motor ke jalan raya utama, yang jaraknya lumayan jauh. Hasilnya, pendapatan kami sangat dirugikan atau berkurang banyak gara-gara akses jalan kami ini,” ujarnya.
Sekdes Desa Bayas Andri Jufono, mewakili seluruh masyarakat desa Bayas Jaya, menyatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ini ke dinas terkait dan pemerintah kabupaten.
Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang nyata.
” Kami sudah mengajukan proposal perbaikan jalan, tapi sampai sekarang belum ada anggaran yang turun. Padahal jalan ini adalah urat nadi perekonomian warga Bayas Jaya. Kami berharap pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Provinsi Lampung, dapat segera menindaklanjuti, baik dengan perbaikan sementara maupun pembangunan secara permanen,” Ungkap Andri.
Ia juga menambahkan bahwa kerusakan jalan ini paling parah di dusun 7 Sinar Jaya benar parah dan rusak, apa lagi saat ini faktor cuaca yang sering hujan dalam beberapa bulan terakhir,” Pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan perangkat desa masih terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mencari solusi terbaik. Masyarakat berharap perbaikan dapat dilakukan secepatnya agar aktivitas sosial dan ekonomi di Desa Bayas Jaya dapat kembali berjalan lancar.
(Dr)
