KBCNews || Lebak, 20 April 2026 – Program MBG di Kecamatan Banjarsari sejatinya merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di tingkat lokal. Dalam konteks ini, harapan Presiden dan Badan Gizi Nasional (BGN) bukan sekadar menjalankan program, tetapi memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan.
Ketua KNPI Kecamatan Banjarsari memandang bahwa MBG bukan hanya program biasa, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi dan pemberdayaan lokal. Oleh karena itu, seluruh pihak di daerah dinilai perlu memahami arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada kualitas, akuntabilitas, serta dampak nyata bagi masyarakat.
Namun demikian, apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kekurangan, hal tersebut harus dipandang sebagai bagian dari proses pembenahan, bukan alasan untuk menghentikan program. Justru, semangat yang perlu dibangun adalah evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Salah satu contoh yang sempat terjadi yakni adanya beberapa pelaksanaan MBG di Kabupaten Lebak yang ditutup sementara karena persoalan teknis dan administratif.
Menurutnya, hal itu seharusnya menjadi pelajaran penting bahwa setiap kendala dapat diselesaikan melalui pembinaan, penguatan sistem, serta peningkatan kualitas pelaksanaan, bukan dengan penghentian permanen.
Ketua KNPI Banjarsari menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah evaluasi yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional selama bertujuan meningkatkan kualitas program. Namun, evaluasi tersebut diharapkan dibarengi pembinaan serta solusi konkret di lapangan.
“Harapan Presiden dan BGN tentu menginginkan program ini berjalan baik, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata. Maka dari itu, jika ada kekurangan di Banjarsari, mari kita perbaiki bersama, bukan dihentikan,” ujarnya.
Menurutnya, kalangan pemuda melalui KNPI siap mengambil peran aktif dalam mendukung perbaikan pelaksanaan MBG. Mulai dari pengawasan partisipatif, edukasi kepada masyarakat, hingga mendorong transparansi dan keterlibatan publik agar program benar-benar berjalan sesuai harapan.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan MBG di daerah seperti Banjarsari akan menjadi cerminan keberhasilan program secara nasional. Jika daerah mampu berbenah dan meningkatkan kualitas, maka kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah akan semakin kuat.
Di akhir pernyataannya, Ketua KNPI Banjarsari mengajak seluruh pihak menjadikan momentum evaluasi ini sebagai langkah perbaikan bersama.
“MBG adalah harapan masyarakat. Kita ingin program ini sukses, sesuai dengan visi Presiden dan BGN. Maka kuncinya adalah kolaborasi, komitmen, dan keseriusan dalam memperbaiki kekurangan yang ada,” tutupnya.
