KBCNews || PANDEGLANG – Maraknya isu terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang memicu respons keras dari elemen masyarakat. Ikatan Rakyat Reformasi (IKRAR), melalui ketuanya Muhamad Jihad, secara tegas meminta Satgas MBG Kabupaten Pandeglang untuk tidak sekadar menjalankan fungsi seremonial, melainkan meningkatkan pengawasan lapangan secara menyeluruh dan berintegritas.
“Kami meminta Satgas MBG Pandeglang jangan hanya sekadar hadir saat launching acara. Tugas dan fungsi Satgas itu adalah pengawasan dan pengendalian. Faktanya di lapangan, kami menemukan masih banyak persoalan mendasar yang diabaikan,” ujar Muhamad Jihad dalam keterangannya, Sabtu (18/04/2026).
IKRAR menyoroti tiga poin krusial yang dinilai luput dari pengawasan ketat Satgas:
Standarisasi Menu: Ketidakjelasan standar gizi yang diterapkan di berbagai unit dapur MBG yang dikhawatirkan tidak memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Kelayakan Dapur: Sanitasi dan kelayakan fasilitas dapur yang belum terstandarisasi, yang berisiko pada higienitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Pengelolaan Limbah (IPAL): Minimnya ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai di titik-titik dapur MBG, yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Muhamad Jihad menekankan bahwa jika Satgas MBG tidak segera melakukan evaluasi dan pengawasan nyata sesuai aturan yang berlaku, maka program yang digadang-gadang untuk kesejahteraan masyarakat ini dikhawatirkan justru menjadi kontraproduktif.
IKRAR berharap Pemerintah Daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah korektif sebelum masalah-masalah teknis tersebut berkembang menjadi polemik yang lebih besar bagi masyarakat luas di Kabupaten Pandeglang.
