Serang, kejarberitacepat.site – Aliansi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang se-Banten (Serang, Lebak, dan Pandeglang) menyoroti kinerja aparat penegak hukum di wilayah Banten yang dinilai masih jauh dari prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Hal tersebut disampaikan dalam press release bertajuk “Rapor Merah Polda Banten; Wujudkan Penegakan Hukum yang Transparan dan Berkeadilan di Provinsi Banten.”
Dalam keterangannya, Aliansi HMI Banten menilai bahwa sebagai wilayah strategis penyangga ibu kota, Provinsi Banten menghadapi tantangan serius dalam tata kelola pemerintahan, khususnya pada sektor penegakan hukum.senin/27/4/2026)
“Secara normatif, aparat penegak hukum dituntut menjunjung tinggi keadilan, kepastian, dan kemanfaatan. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai penyimpangan yang mencederai kepercayaan publik,” tulis pernyataan tersebut.
Berdasarkan kajian dan dinamika yang berkembang di wilayah Serang, Lebak, dan Pandeglang, HMI menyoroti sejumlah persoalan krusial. Di antaranya dugaan kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat sipil, ketimpangan dalam penegakan hukum, hingga belum optimalnya reformasi birokrasi di lingkungan Polda Banten.
Selain itu, lemahnya pengawasan internal dinilai berdampak pada tidak tegasnya penindakan terhadap berbagai pelanggaran hukum. Penanganan kasus kriminal di sejumlah daerah, termasuk Pandeglang, juga disebut belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
Aliansi HMI Banten juga menyoroti dugaan praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen anggota Polri, maraknya peredaran rokok ilegal, hingga lemahnya penindakan terhadap perusahaan yang diduga merusak lingkungan dan infrastruktur.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan terhadap penanganan kasus pelecehan seksual yang dinilai belum maksimal dalam memberikan perlindungan kepada korban, serta lemahnya pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang berdampak pada kerusakan jalan dan meningkatnya risiko kecelakaan.
Sebagai bentuk sikap, Aliansi HMI Banten menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis, mewujudkan penegakan hukum yang adil dan transparan, serta mendesak evaluasi terhadap pimpinan kepolisian di tingkat daerah.
“Aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial,” tegasnya.
Aliansi HMI Banten juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawal dan mengawasi proses penegakan hukum demi terwujudnya keadilan di Provinsi Banten.
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
(Tim
