KBCNews || Lebak – Polemik terkait beredarnya status WhatsApp yang diduga milik Bupati Lebak terus bergulir. Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, King Naga, kembali menegaskan kritikannya dan menyoroti substansi pesan yang dinilai tidak menyasar seluruh masyarakat.
Menurut King Naga, penggunaan kalimat pembuka “saudara-saudaraku, relawan dan para pendukung” menjadi bukti kuat bahwa imbauan tersebut sifatnya terbatas, bukan ditujukan untuk warga secara umum.
“Kalimat itu jelas, ‘saudara-saudaraku, relawan dan para pendukung’. Artinya bukan untuk masyarakat umum Lebak. Jadi jangan digiring seolah-olah itu pesan untuk semua warga,” tegasnya.
Ia menilai, diksi yang digunakan justru memperkuat kesan adanya pemisahan atau sekat antara kelompok pendukung dengan masyarakat yang memiliki pandangan berbeda. Hal ini dinilai berpotensi memicu kesalahpahaman dan perpecahan.
“Kalau memang ingin merangkul semua, seharusnya bahasa yang digunakan bersifat umum dan menyasar seluruh masyarakat Lebak, bukan hanya kelompok tertentu saja,” tambahnya.
King Naga mengingatkan bahwa sebagai kepala daerah, komunikasi yang dibangun harus mencerminkan sikap netral dan mampu mengayomi seluruh elemen tanpa terkecuali, alih-alih terkesan eksklusif.
Meski dalam status tersebut disebutkan bahwa situasi sudah kondusif serta adanya permintaan maaf dan penyelesaian masalah dengan pihak Amir Hamzah, namun King Naga menilai cara penyampaiannya tetap perlu dikritisi agar tidak menimbulkan tafsir yang keliru, Apalagi Wakil Bupati Amir Hamzah memberikan keterakan kepada awak media bahwa dirinya merasa Di Prank ( Dibohongi ).
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lebak terkait polemik tersebut. Sementara itu, perbincangan di tengah masyarakat masih terus berkembang dan menjadi sorotan publik.
